oleh Halim Dolcum BrtmanspiNsuxi Sngpmimpi pada 22 Februari 2011 jam 18:58
KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU
1. Allah SWT. tidak menyejajarkan antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu.Allah SWT. berfirman:"Katakanlah:"Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" (QS, Az-Zumar: 9)
2. Persaksian orang yang berilmu disamakan kedudukannya dengan persaksian para malaikat.Allah SWT. berfirman:"Allah menyatakan bahwasannya tidak ada Ilah(yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga yang menyatakan demikian itu)". (QS, Ali Imran: 18)
3. Orang yang takut kepada Allah Qkhsyyatullah) hanyalah orang-orang yang berilmu.Allah SWT. berfirman:"Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hambam-hamba-Nya, hanyalah ulama". (QS, Fathir: 28)
4. orang yang mencari Ilmu berarti dia telah berada di atas ketaatan.Allah SWT, berfirman:"Tidak septutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali padanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya". (QS, At-Taubah: 122)
5. Orag yang berilmu berarti telah dikehendaki oleh Allah SWT. baginya kebaikan.Rasulullah saw. bersabda:"barang siapa yang dikehendaki Allah denganya kebaikan maka Allah akan memahamkan dia tentang urusan agama".
6. Orang yang memperdalam ilmu agama maka Allah SWT akan memudahkan baginya jalan menuju surga.Rasulullah saw. bersabda:"Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka mencari Ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga".
7. Orang yang memperdalam ilmu agama maka para malaikat akan membentangkan sayap mereka guna menaunginya karena ridha terhadap apa yang ia cari.Rasullulah saw. bersabda:"Sesungguhnya para malaikat akan membentangkan sayapnya untuk para penuntut ilmu karena mereka(para malaikat) ridha atas apa yang sedang mereka lakukan".
8. Orang yang berilmu akn di mohonkan ampunan oleh seluruh penduduk langit dan bumi.Rasulullah saw. bersabda:"Orang yang berilmu akam dimohonkan ampunan oleh siapa saja yang berada di langit maupun yang ada dibumi, sampai-sampai ikan yang berada dilautan sekalipun".
9. Para ahli ilmu lebih utama dari ahli Ibadah.Rasulullah saw. bersabda:"Keutamaan orang yang berilmu dari orang yang beribadah adalah seperti keutamaan bulan dibanding dengan seluruh bintang".
10. Orang yang berilmu adalah penerus jejak(pewaris) Nabi.Rasulullah saw. bersabda:"Dan sesungguhnya para ulama(orang-orang yang berilmu) adalah pewaris para Nabi".
11. Orang yang berilmu berarti telah mengambil bagian dari warisan para Nabi.Rasulullah saw. bersabda:"Sesungguhnya (para Nabi) tidak meninggalkan warisan berupa dinar dan tidak pula dirham, tetapi mereka meninggalkan warisan berupa ilmu. Barang siapa yang mengambilnya maka ia telah mengambil bagian yang sangat besar".
12. Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu.Allah SWT. berfirman:"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS, Al-Mujadilah: 11)Dan Rasulullah saw. bersabda:"Sesungguhnya Allah akan meninggikan derajat suatu kaum dengan perantaraan kitab ini(Al-Quran) dan merendahkan sebagian yang lain dengannya."
13. Ilmu merupakan peninggalan yang paling baik yang diwariskan seseorang setelah ia meninggal.Rasulullah saw. bersabda: "Sebaik-baik peninggalan (warisan) yang ditinggalkan oleh seseorang setelah wafatnya ada tiga hal: anak salih yang selalu mendoakannya, sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir kepadanya, dan ilmu yang diamalkan setelah ia meninggal."
Beberapa kiat yang bisa mengantarkan seseorang muslimah kepada ketinggian ilmu yang mulia:
1. menghafal Al-quranDiriwayatkan dari Ummu Hisyam Binti Haritsah bin An-Nu'man, ia berkata, "Tidaklah aku menghafal surat Qaaf wal Qur'anul Majid melainkan dari lisan Rasulullah saw.beliau senantiasa membacanya setiap kali berkhutbah pada hari jum'at diatas mimbar."
2. Jangan enggan bertanya jika tidak mengetahui.Diriwayatkan dari Fatimah binti Muhammad saw. ia berkata, " rasulullah datang menemuiku, kemudian beliau memakan sepotong daging, tidak lama lagi datang Bilal untuk mengumandangkan adzan. Beliau Rasulullah saw. bangkit untuk mengerjakan shalat, akupun meraih baju beliau dan berkata, "wahai ayahanda tidakkah engkau berwudhu' terlebih dahulu? "Mengapa aku harus berwudhu?" Tanya Rasulullah. Aku katakan, "sebab ayah telah menyantap makanan yang dipanggang dengan api". Kemudian Beliau Rasulullah saw. bersabda: "Bukankah makanan kalian yang paling baik adalah yang dipanggang oleh api?".Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra. dari Hafsah istri Nabi saw. bahwasannya ia berkata, "Wahai Rasulullah mengapa orang-orang bertahallul dari umrah mereka sementara engkau tidak bertahallul?" Maka Rasulullah saw. menjawab:"Sesungguhnya Aku telah mengguyur kepalaku dan menuntun hewan hadyu(sembelihanku), aku tidak boleh bertahallul hingga aku menyembelihnya."Hafshah bin Umar bertanya karena menyaksikan orang-orang bertahallul sementara Rasulullah tidak, ia ingin mengetahui hukumnya dengan jelas dan pasti, akhirnya iapun bertanya, dan pertanyaannyapun terjawab dengan jelas.
3. Sering berdiskusi.
Bukti bahwa laki-lakipun menimba Ilmu dari para Wanita.
1. Seorang Budak Wanita Ethiopiapemilik Ilmu.
Tsumamah bin Huzn Al-Qusyairi ra. berkata, saya bertemu dengan Aisyah ra. dan saya bertanya kepadanya tentang nabidz (semacam rendaman buah). Maka Aisyah ra. memanggil seorang budak wanita dari Ethiopia seraya berkata, "Tanyakanlah kepada wanita ini karena dia pernah membuatkannya untuk Rasulullah saw."
2. Seorang wanita Anshar menjadi rujukan untuk para sahabat.Dari Thawus rahmatallah, ia berkata, "Maukah engkau berfatwa bahwa seorang wanita haidh boleh pulang (meninggalkan ibadah haji) sebelum melakukan thawaf wada." Maka Ibnu Abbas ra. berkatax "kenapa tidak?" Coba tanyakan masalah ini kepada fulanah seorng wanita Anshar, apakah Rasulullah saw. memerintahkannya untuk thawaf wada dahulu? kemudian suatu hari Zaid bin Tsabit ra. kembali lagi kepada Ibnu Abbas ra. sambil tersenyum sebelum ia di perbolehkan pulang meninggalkan tanah Haram? Ia berkata, "Aku tidak melihatmu melainkan engkau telah berkata benar."
3. Abdullah bin Abbas ra. bertanya tentang perkara agama kepada Ummu Salamah ra. Dari Abu Salamah ra. ia berkata, "Seorang laki-laki datang kepada Ibnu Abbas ra. dan pada saat itu Abu Hurairah ra. sedang berada didekatnya, kemudian laki-laki tersebut berkata, "Beritahukanlah kepadaku tentang hukum seorang wanita yang melahirkan anak setelah empatpuluh hari dari kematian suaminya?" Ibnu Abbas ra. menjawab, LDia wajib menjalani masa 'iddah dengan waktu yang paling panjang. Maka saya berkata (membacakan firman Allah), "wanita yang hamil masa 'iddahnya adalah sampai melahirkan." Berkata Abu Hurairah ra. "Saya setuju dengan Abu Salamah ra. maka Ibnu Abbas ra. mengutus budaknya yang bernama Kuraib kepada Umu Salamah untuk bertanya kepadanya tentang masalah ini." maka Ummu Salamah ra. berkata, LSuami Subaiah dalam keadaan hamil. Setelah empat puluh hari dari kematian suaminya Subaiah melahirkan anaknya dan kemudian ia langsung dilamar oleh seseorang maka Rasulullah menikahkannya,dan di antara lelaki yang pernah melamarnya adalah Abus Sanabil bin Bakak.
Pujian terhadap keilmuan kaum Wanita
1. Ali bin Abi ThalibSiapa yang tidak mengenal Ali bin Abi Thalib ra.? Siapa yang tidak mengenal kedekatannya dengan Rasulullah saw.? Bukankah dia adalah ahlul bait sekaligus menantunya? Siapa pula yang tidak mengenal Ilmu dan Hikmahnya? Meskipun demikian dia pernah berguru kepada seorang wanita yaitu Maemunah binti Saad ra. seorang pelayan Rasulullah saw.
2. Imam Malik bin AnasDia, pernah berguru dan meriwayatkan hadits dari Aisyah binti Sa'ad bin Abi Waqqash ra. Berkata Al-'Ijli. "Dia adalah wanita dari kalangan tabi'in yang berasal dari kota Madinah dan dia adalah seorang perawi yang tsiqah."
3. Imam Ahmad bin HanbalDia meriwayatkan hadits dari Ummu Umar binti Hasan bin Zaid Ats-Tsaqafi
4. Al-Hafizh Ibnu AsakirPada zamannya ia adalah seorang laki-laki terpercaya dan yang paling luas pengetahuannya dalam bidang hadits, ia berguru kepada seribu dua ratus ahli hadits. Delapan puluh orang atau lebig dari mereka adalah wanita.
5. Al-Imam Adz-DzahabiAdakah kehormatan yang lebih bagi seorang wanita dibandingkan tatkala seorang Imam sebesar Imam Adz-Dzahabi harus menyesal ketika ia tidak sempat menimba Ilmu darinya? Dialah Ummu Muhammad Sayyidah binti Musa Al-Mishriyyah.Marilah kita cermati kisah Imam Adz-Dzahabi ini, "saya telah berangkat dari tempat kediaman saya menuju Ummu Muhammad ternyata ia telah meninggal Dunia saat saya berada di palestin, pada bulan rajab tahun 695 H." Imam Adz-Dzahabi juga berkata,"saya ingin bertemu dengan Ummu Muhammad, sayapun berangkat menuju mesir. Sepengetahuanku ia masih hidup, namun tatkala saya tiba di Mesir ia telah meninggal dunia sepuluh hari yang lalu. Ia meninggal pada hari jum'at 6 rajab dan saat itu saya masih berada di lembah Fahma."
6. Imam Al-Hakim Imam Al-Hakim berkata,"Seperempat hukum syari'at Islam di ambil dari Aisyah ra."
7. Urwah bin ZubairPernah suatu ketika Urwah bin Zubair ra. berkata kepada Aisyah ra. "wahai ibuku saya tidak heran dengan Ilmu agamamu, saya akan katakan bahwa engkau adalah istri Rasulullah dari putri Abu Bakar. Saya juga tidak heran terhadap Ilmumu tentang syair dan sejarah bangsa Arab, akan saya katakan bahwa putri Abu Bakar adalah oarng yang paling tahu tentang itu semua, namun yang saya herankan adalah Ilmumu tentang kedokteran darimana engkau mendapatkannya?" Maka Aisyah ra. menepuk pundaknya dan berkata, "Wahai Urham, pada akhir hayat Rasulullah, beliau sakit keras dan banyak sekali utusan dari berbagai kabilah Arab yang menziarahi beliau. Mereka memberi resep pada beliau dan sayalah yang mengurusi itu semua, dari situlah saya mendapati ilmu kedokteran." Urwah ra. adalah keponakan Aisyah ra. ia adalah putra dari Asma binti Abu Bakar Ash-Shidiq ra.
8. Ibnu SyihabSuatu ketika Ummu Qasim bin Muhammad berkata kepada anaknya yaitu Ibnu Syihab, "wahai putraku saya melihatmu sangat bersemangat menuntut Ilmu maukah saya tunjukan kepadamu gudangnya Ilmu?" Berkata Ibnu Syihab, "ya" Ummu Qasimpun berkata, "Belajarlah pada Amrah binti Abdirrahman Al-Anshariyyah An-Najjariyyah karena dia dahulu tinggal serumah dengan Aisyah, maka sayapun mendatanginya ternyata saya temukan dia bagaikan lautan Ilmu yang tak bertepi."
9. Iyas bin Mu'awiyahIyas bin Mu'awiyah adalah Qadhi Tabi'in yang terkenal dengan kecerdasannya, ia pernah berkata, "saya tidak pernah menemukan seorangpun yang saya lebihkan ilmunya di atas Hafshah binti Sirin." lalu orang-orang mengomentari kata-katanya dengan menyebutkan nama Hasan Al-Bashri dan Muhammad bin Sirin, maka Ilyas bin Mu'awiyah berkata, "Bagiku tidak ada yang lebih utama daripada Hafshah binti Sirin."
10. Ibnu Abdil BarrIbnu Abdil Barr berkata, "Aisyah adalah orang yang nomor satu pada zamannya dalam tiga Ilmu, yaitu: ilmu agama, kedokteran dan sya'ir.
11. Fatimah binti Hamd Al-Fudhaili Al-Hanbali ra. ia adalah wanita yang mumpuni dalam berbagai disiplin ilmu keislaman.Banyak menulis kitab dengan tangannya sendiri, para ulama Hadits di zamannya mengatakan bahwa ia adalah seorang ahli hadits yang sangat terkenal. Pada akhir hayatnya ia menetap di Makkah Al-Mukarramah, maka para ulama datang kepadanya untuk menimba ilmu. begitu pula kaum wanita mereka berbondong-bondong datang kepadanya untuk berguru kepadanya, dan mereka menjadi orang-orang yang shalih yang taat menjalankan syari'at agama. Demi Allah! Cukuplah saya katakan bahwa keagungan dan kemuliaan seorang wanita muslimah terletak pada ketinggian ilmunya, kekuatan imannya dan ketinggian ketaatannya terhadap rabbnya...
1. Allah SWT. tidak menyejajarkan antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu.Allah SWT. berfirman:"Katakanlah:"Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" (QS, Az-Zumar: 9)
2. Persaksian orang yang berilmu disamakan kedudukannya dengan persaksian para malaikat.Allah SWT. berfirman:"Allah menyatakan bahwasannya tidak ada Ilah(yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga yang menyatakan demikian itu)". (QS, Ali Imran: 18)
3. Orang yang takut kepada Allah Qkhsyyatullah) hanyalah orang-orang yang berilmu.Allah SWT. berfirman:"Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hambam-hamba-Nya, hanyalah ulama". (QS, Fathir: 28)
4. orang yang mencari Ilmu berarti dia telah berada di atas ketaatan.Allah SWT, berfirman:"Tidak septutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali padanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya". (QS, At-Taubah: 122)
5. Orag yang berilmu berarti telah dikehendaki oleh Allah SWT. baginya kebaikan.Rasulullah saw. bersabda:"barang siapa yang dikehendaki Allah denganya kebaikan maka Allah akan memahamkan dia tentang urusan agama".
6. Orang yang memperdalam ilmu agama maka Allah SWT akan memudahkan baginya jalan menuju surga.Rasulullah saw. bersabda:"Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka mencari Ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga".
7. Orang yang memperdalam ilmu agama maka para malaikat akan membentangkan sayap mereka guna menaunginya karena ridha terhadap apa yang ia cari.Rasullulah saw. bersabda:"Sesungguhnya para malaikat akan membentangkan sayapnya untuk para penuntut ilmu karena mereka(para malaikat) ridha atas apa yang sedang mereka lakukan".
8. Orang yang berilmu akn di mohonkan ampunan oleh seluruh penduduk langit dan bumi.Rasulullah saw. bersabda:"Orang yang berilmu akam dimohonkan ampunan oleh siapa saja yang berada di langit maupun yang ada dibumi, sampai-sampai ikan yang berada dilautan sekalipun".
9. Para ahli ilmu lebih utama dari ahli Ibadah.Rasulullah saw. bersabda:"Keutamaan orang yang berilmu dari orang yang beribadah adalah seperti keutamaan bulan dibanding dengan seluruh bintang".
10. Orang yang berilmu adalah penerus jejak(pewaris) Nabi.Rasulullah saw. bersabda:"Dan sesungguhnya para ulama(orang-orang yang berilmu) adalah pewaris para Nabi".
11. Orang yang berilmu berarti telah mengambil bagian dari warisan para Nabi.Rasulullah saw. bersabda:"Sesungguhnya (para Nabi) tidak meninggalkan warisan berupa dinar dan tidak pula dirham, tetapi mereka meninggalkan warisan berupa ilmu. Barang siapa yang mengambilnya maka ia telah mengambil bagian yang sangat besar".
12. Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu.Allah SWT. berfirman:"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS, Al-Mujadilah: 11)Dan Rasulullah saw. bersabda:"Sesungguhnya Allah akan meninggikan derajat suatu kaum dengan perantaraan kitab ini(Al-Quran) dan merendahkan sebagian yang lain dengannya."
13. Ilmu merupakan peninggalan yang paling baik yang diwariskan seseorang setelah ia meninggal.Rasulullah saw. bersabda: "Sebaik-baik peninggalan (warisan) yang ditinggalkan oleh seseorang setelah wafatnya ada tiga hal: anak salih yang selalu mendoakannya, sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir kepadanya, dan ilmu yang diamalkan setelah ia meninggal."
Beberapa kiat yang bisa mengantarkan seseorang muslimah kepada ketinggian ilmu yang mulia:
1. menghafal Al-quranDiriwayatkan dari Ummu Hisyam Binti Haritsah bin An-Nu'man, ia berkata, "Tidaklah aku menghafal surat Qaaf wal Qur'anul Majid melainkan dari lisan Rasulullah saw.beliau senantiasa membacanya setiap kali berkhutbah pada hari jum'at diatas mimbar."
2. Jangan enggan bertanya jika tidak mengetahui.Diriwayatkan dari Fatimah binti Muhammad saw. ia berkata, " rasulullah datang menemuiku, kemudian beliau memakan sepotong daging, tidak lama lagi datang Bilal untuk mengumandangkan adzan. Beliau Rasulullah saw. bangkit untuk mengerjakan shalat, akupun meraih baju beliau dan berkata, "wahai ayahanda tidakkah engkau berwudhu' terlebih dahulu? "Mengapa aku harus berwudhu?" Tanya Rasulullah. Aku katakan, "sebab ayah telah menyantap makanan yang dipanggang dengan api". Kemudian Beliau Rasulullah saw. bersabda: "Bukankah makanan kalian yang paling baik adalah yang dipanggang oleh api?".Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra. dari Hafsah istri Nabi saw. bahwasannya ia berkata, "Wahai Rasulullah mengapa orang-orang bertahallul dari umrah mereka sementara engkau tidak bertahallul?" Maka Rasulullah saw. menjawab:"Sesungguhnya Aku telah mengguyur kepalaku dan menuntun hewan hadyu(sembelihanku), aku tidak boleh bertahallul hingga aku menyembelihnya."Hafshah bin Umar bertanya karena menyaksikan orang-orang bertahallul sementara Rasulullah tidak, ia ingin mengetahui hukumnya dengan jelas dan pasti, akhirnya iapun bertanya, dan pertanyaannyapun terjawab dengan jelas.
3. Sering berdiskusi.
Bukti bahwa laki-lakipun menimba Ilmu dari para Wanita.
1. Seorang Budak Wanita Ethiopiapemilik Ilmu.
Tsumamah bin Huzn Al-Qusyairi ra. berkata, saya bertemu dengan Aisyah ra. dan saya bertanya kepadanya tentang nabidz (semacam rendaman buah). Maka Aisyah ra. memanggil seorang budak wanita dari Ethiopia seraya berkata, "Tanyakanlah kepada wanita ini karena dia pernah membuatkannya untuk Rasulullah saw."
2. Seorang wanita Anshar menjadi rujukan untuk para sahabat.Dari Thawus rahmatallah, ia berkata, "Maukah engkau berfatwa bahwa seorang wanita haidh boleh pulang (meninggalkan ibadah haji) sebelum melakukan thawaf wada." Maka Ibnu Abbas ra. berkatax "kenapa tidak?" Coba tanyakan masalah ini kepada fulanah seorng wanita Anshar, apakah Rasulullah saw. memerintahkannya untuk thawaf wada dahulu? kemudian suatu hari Zaid bin Tsabit ra. kembali lagi kepada Ibnu Abbas ra. sambil tersenyum sebelum ia di perbolehkan pulang meninggalkan tanah Haram? Ia berkata, "Aku tidak melihatmu melainkan engkau telah berkata benar."
3. Abdullah bin Abbas ra. bertanya tentang perkara agama kepada Ummu Salamah ra. Dari Abu Salamah ra. ia berkata, "Seorang laki-laki datang kepada Ibnu Abbas ra. dan pada saat itu Abu Hurairah ra. sedang berada didekatnya, kemudian laki-laki tersebut berkata, "Beritahukanlah kepadaku tentang hukum seorang wanita yang melahirkan anak setelah empatpuluh hari dari kematian suaminya?" Ibnu Abbas ra. menjawab, LDia wajib menjalani masa 'iddah dengan waktu yang paling panjang. Maka saya berkata (membacakan firman Allah), "wanita yang hamil masa 'iddahnya adalah sampai melahirkan." Berkata Abu Hurairah ra. "Saya setuju dengan Abu Salamah ra. maka Ibnu Abbas ra. mengutus budaknya yang bernama Kuraib kepada Umu Salamah untuk bertanya kepadanya tentang masalah ini." maka Ummu Salamah ra. berkata, LSuami Subaiah dalam keadaan hamil. Setelah empat puluh hari dari kematian suaminya Subaiah melahirkan anaknya dan kemudian ia langsung dilamar oleh seseorang maka Rasulullah menikahkannya,dan di antara lelaki yang pernah melamarnya adalah Abus Sanabil bin Bakak.
Pujian terhadap keilmuan kaum Wanita
1. Ali bin Abi ThalibSiapa yang tidak mengenal Ali bin Abi Thalib ra.? Siapa yang tidak mengenal kedekatannya dengan Rasulullah saw.? Bukankah dia adalah ahlul bait sekaligus menantunya? Siapa pula yang tidak mengenal Ilmu dan Hikmahnya? Meskipun demikian dia pernah berguru kepada seorang wanita yaitu Maemunah binti Saad ra. seorang pelayan Rasulullah saw.
2. Imam Malik bin AnasDia, pernah berguru dan meriwayatkan hadits dari Aisyah binti Sa'ad bin Abi Waqqash ra. Berkata Al-'Ijli. "Dia adalah wanita dari kalangan tabi'in yang berasal dari kota Madinah dan dia adalah seorang perawi yang tsiqah."
3. Imam Ahmad bin HanbalDia meriwayatkan hadits dari Ummu Umar binti Hasan bin Zaid Ats-Tsaqafi
4. Al-Hafizh Ibnu AsakirPada zamannya ia adalah seorang laki-laki terpercaya dan yang paling luas pengetahuannya dalam bidang hadits, ia berguru kepada seribu dua ratus ahli hadits. Delapan puluh orang atau lebig dari mereka adalah wanita.
5. Al-Imam Adz-DzahabiAdakah kehormatan yang lebih bagi seorang wanita dibandingkan tatkala seorang Imam sebesar Imam Adz-Dzahabi harus menyesal ketika ia tidak sempat menimba Ilmu darinya? Dialah Ummu Muhammad Sayyidah binti Musa Al-Mishriyyah.Marilah kita cermati kisah Imam Adz-Dzahabi ini, "saya telah berangkat dari tempat kediaman saya menuju Ummu Muhammad ternyata ia telah meninggal Dunia saat saya berada di palestin, pada bulan rajab tahun 695 H." Imam Adz-Dzahabi juga berkata,"saya ingin bertemu dengan Ummu Muhammad, sayapun berangkat menuju mesir. Sepengetahuanku ia masih hidup, namun tatkala saya tiba di Mesir ia telah meninggal dunia sepuluh hari yang lalu. Ia meninggal pada hari jum'at 6 rajab dan saat itu saya masih berada di lembah Fahma."
6. Imam Al-Hakim Imam Al-Hakim berkata,"Seperempat hukum syari'at Islam di ambil dari Aisyah ra."
7. Urwah bin ZubairPernah suatu ketika Urwah bin Zubair ra. berkata kepada Aisyah ra. "wahai ibuku saya tidak heran dengan Ilmu agamamu, saya akan katakan bahwa engkau adalah istri Rasulullah dari putri Abu Bakar. Saya juga tidak heran terhadap Ilmumu tentang syair dan sejarah bangsa Arab, akan saya katakan bahwa putri Abu Bakar adalah oarng yang paling tahu tentang itu semua, namun yang saya herankan adalah Ilmumu tentang kedokteran darimana engkau mendapatkannya?" Maka Aisyah ra. menepuk pundaknya dan berkata, "Wahai Urham, pada akhir hayat Rasulullah, beliau sakit keras dan banyak sekali utusan dari berbagai kabilah Arab yang menziarahi beliau. Mereka memberi resep pada beliau dan sayalah yang mengurusi itu semua, dari situlah saya mendapati ilmu kedokteran." Urwah ra. adalah keponakan Aisyah ra. ia adalah putra dari Asma binti Abu Bakar Ash-Shidiq ra.
8. Ibnu SyihabSuatu ketika Ummu Qasim bin Muhammad berkata kepada anaknya yaitu Ibnu Syihab, "wahai putraku saya melihatmu sangat bersemangat menuntut Ilmu maukah saya tunjukan kepadamu gudangnya Ilmu?" Berkata Ibnu Syihab, "ya" Ummu Qasimpun berkata, "Belajarlah pada Amrah binti Abdirrahman Al-Anshariyyah An-Najjariyyah karena dia dahulu tinggal serumah dengan Aisyah, maka sayapun mendatanginya ternyata saya temukan dia bagaikan lautan Ilmu yang tak bertepi."
9. Iyas bin Mu'awiyahIyas bin Mu'awiyah adalah Qadhi Tabi'in yang terkenal dengan kecerdasannya, ia pernah berkata, "saya tidak pernah menemukan seorangpun yang saya lebihkan ilmunya di atas Hafshah binti Sirin." lalu orang-orang mengomentari kata-katanya dengan menyebutkan nama Hasan Al-Bashri dan Muhammad bin Sirin, maka Ilyas bin Mu'awiyah berkata, "Bagiku tidak ada yang lebih utama daripada Hafshah binti Sirin."
10. Ibnu Abdil BarrIbnu Abdil Barr berkata, "Aisyah adalah orang yang nomor satu pada zamannya dalam tiga Ilmu, yaitu: ilmu agama, kedokteran dan sya'ir.
11. Fatimah binti Hamd Al-Fudhaili Al-Hanbali ra. ia adalah wanita yang mumpuni dalam berbagai disiplin ilmu keislaman.Banyak menulis kitab dengan tangannya sendiri, para ulama Hadits di zamannya mengatakan bahwa ia adalah seorang ahli hadits yang sangat terkenal. Pada akhir hayatnya ia menetap di Makkah Al-Mukarramah, maka para ulama datang kepadanya untuk menimba ilmu. begitu pula kaum wanita mereka berbondong-bondong datang kepadanya untuk berguru kepadanya, dan mereka menjadi orang-orang yang shalih yang taat menjalankan syari'at agama. Demi Allah! Cukuplah saya katakan bahwa keagungan dan kemuliaan seorang wanita muslimah terletak pada ketinggian ilmunya, kekuatan imannya dan ketinggian ketaatannya terhadap rabbnya...
Posting Komentar