Diposting oleh HailiaM Selasa, 26 April 2011

CARA MENYIKAPI HIDUP BERMASALAH

oleh Halim Dolcum BrtmanspiNsuxi Sngpmimpi pada 23 Februari 2011 jam 20:55
Ada beberapa perasaan bagi orang yang menerima cobaan/masalah dari Allah SWT.
1. Merasa berat menerima cobaan/masalah. Yaitu orang yang terbiasa sejak kecil selalu hidup dalam kesenangan dunia, berkecukupan, selalu dimanja, dan imannya kurang mantap pula.
maka apabila cobaan datang, ia rasakan betapa beratnya cobaan itu, betapa beratnya hidup bermasalah. Bahkan ia berputus asa, stres, struk, sengsara, malah ada yang bunuh diri.
2. Merasa ringan dan biasa-biasa saja bahkan ikhlas menerimanya. Yaitu bagi orang yang terbiasa hidup sederhana, selalu "prihatin"  dan melihat tingkatan orang yg lebih rendah dari padanya. Inilah gambaran orang-orang yang mantap imannya. Justru bagi mereka cobaan adalah sebuah fase kehidupan yang mau tidak mau harus di lewati. Karena iman memang harus diUji dan dibuktikan, sebagaimana firman Allah SWT.
"Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan:"Aku telah beriman", sedang mereka dibiarkan tidak di cobai lagi?. dan sesungguhnya Kami(Allah) telah mencobai orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar(beriman) dan Allah mengetahui siapa orang-orang yang berdusta." (QS. Al-Ankabut 1-2)
Cobaan hidup atau hidup bermasalah itu bermacam-macam. Dia bisa berupa kesenangan, tetapi juga bisa berupa kesusahan/kesedihan. Tinggal bagaimana orang yang beriman itu mengambil sikap dan langkah dalam menghadapi cobaan tersebut, yang akan menjadi kriteria penilaian lulus tidaknya menghadapi cobaan.
Allah berfirman:
"Allah yang telah menjadikan kematian dan kehidupan untuk mencobai kamu siapakah yang terbaik amal perbuatannya. Dan dia maha mulia lagi Maha Pengampun. (QS. Al-Mulk 2)

ketahuilah!
Hidup tanpa cobaan atu tidak bermasalah adalah sepi dan mati, sunyi dan hampa. Dengan adanya masalah hidup akan terasa ramai dan semarak. Lihatlah semua perkembangan dunia sekarang ini. penemuan teknologi yang sekarang kita nikmati adalah jawaban masalah yang telah lalu.

Ingatlah!
Bahwa cobaan/masalah pada dasarnya ada dua macam:
1. cobaan yang jelek/menyakitkan mka hadapilah dengan sabar.
2. Cobaan yang baik/serba indah, nikmatnya hidup kalau disyukuri.

kedua cobaan tersebut berbahaya, manakala tidak dihadapi dengan ZIKIR dan DO'A kepada Allah SWT.
1. bisa putus asa,
2. bisa lupa daratan/kufur nikmat,
3. bisa sengsara/neraka.

Yang kita yakini dan kita tanamkan dalam diri kita ialah:
1. Bahwa cobaan/masalah yang kita terima bukanlah sebuah siksaan. melainkan sebuah ujian untuk menjadi lebih baik dan untuk meningkatkan zikir dan do'a di dalam kesibukan.
Rasulullah saw. bersabda:
"sesungguhnya cobaan/bala bencana yang menimpa orang beriman itu bukanlah untuk menyiksa(menghancurkan) tetapi ia datang untuk menguji."
2.Bahwa cobaan atau masalah itu untuk meningkatkan kualitas, Zikir dan Do'a, memperoleh keberkahan, rahmat kasih sayang Allah, dan derajat serta martabat kehidupan yang tinggi, dan mendapatkan petunjuk untuk taubat kepada Allah SWT.
Allah SWT. berfirman:
"Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari tuman mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk. (mendapatkan petunjuk itulah kebahagiaan). (QS. Al-Baqarah 157)
3. Jangan berputus asa, semua persoalan pasti ada jawabanya, dan semua kesulitan pasti ada jalan keluarnya. sebagaimana firman Allah SWT.
"Sesungguhnya di balik kesulitan itu ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah 6)
dan dalam sabda Rasulullah saw.
"Bekerjalah terus, semua akan dimudahkan/diselesaikan."
4. Semua yang menimpa orang beriman itu bagus dan berpahala. Rasulullah saw. bersabda:
"Menakjubkan jiwa orang yang beriman. Sungguh semua urusannya selalu baik baginya, jika mendapatkan kebaikan ia bersyukur dan jika tertimpa cobaan ia bersabar (di ampuni dosa dan pahala dialirkan).
5. Jangan buruk sangka kepada Allah SWT. kepada Allah harus berbaik sangka.
Dalam hadits kudsi Allah berfirman:
"Aku(Allah) tergantung bagaimana hambaku menyangka."
artinya kalau kita yakin Allah itu Maha Pemurah, maka kita akan diberikan kemurahan-Nya,

kalau kita menyangka Allah itu membuat kejelekan kepada kita, maka kejelekan pasti akan menimpa kita. Itu sebabnya berbaik sangkalah bahwa yang diberikan kita itu adalah yang terbaik/bagus untuk kita.
Maka untuk menghadapinya kita harus selalu berhubungan dengan Allah yang mempunyai hak MUTLAK (hak memastikan/memutuskan)
lakukanlah shalat dan bersabarlah serta selalu berdoa kepada Allah SWT.
Allah SWT. berfirman:
"Dan mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan Shalat." (QS. Al-Baqarah 45)
"Tuhanmu (Allah) berkata: Berdoalah kepadaku, niscaya Aku perkenankan(kami terima, kami kabulkan) bagimu." (QS. Al-Mu'min 60)

0 komentar

Posting Komentar