HailiaM. Diberdayakan oleh Blogger.
Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan:"Aku telah beriman", sedang mereka dibiarkan tidak di cobai lagi?. dan sesungguhnya Kami(Allah) telah mencobai orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar(beriman) dan Allah mengetahui siapa orang-orang yang berdusta." (QS. Al-Ankabut 1-2)

Sapaan

SELAMAT DATANG IN MY BLOG

Followers

Total Pageviews

Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Entri Populer

Pages

tulisan berjalan

Halim

Diposting oleh HailiaM

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=1710361029622857038#editor/target=post;postID=6520751011451541225;onPublishedMenu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=3;src=postname

aksi anak sekolah

Diposting oleh HailiaM

PERAN WANITA dan BAHAYA YANG MENGANCAM

Diposting oleh HailiaM

oleh Halim Dolcum BrtmanspiNsuxi Sngpmimpi pada 19 Februari 2011 jam 21:28
 
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan Bumi besrta isix. Rasa syukur atas nikmat nafas yg mngalir dlm diri ini.
Shalawat serta salam ats junjungan Nabi besar Muhammad saw. yg tlah mnuntun umat ke jalan yang di Ridhai Allah SWT. Aku bersaksi bahwa tidak ada Illah yang berhak disembah kecuali Allah semata. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adlah hamba dan Rasulnya.

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah engan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu sekali-kali mati melainkan kamu dalam keadaan beragama Islam"(Ali Imran 102)

"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakan laki-laki dan perempuan yang banyak, dan bertakwalah kepada Allah yang dengan(mempergunakan) namanya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturrahim, sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu"(An-Nisa 1)

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapatkan kemenangan yang besar"(Al-Ahzab 70-71)

"Dijadikan indah pada(pandangan)Manusia kecintaan kepada apa-apa yang di inginkan, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan,  binatng-binatang ternak, sawah dan ladang....."(Ali Imran 14)

Wanita merupkan makhluk yang indah utk di pandang. melainkan banyak sekali wanita yang mensalahgunakan keindahan tersebut. Hanya untuk berbuat dzalim atas dirinya dn atas orng lain. kelak Neraka banyak di huni oleh kaum wanita. karna kebanyakan wanita mempergunakan waktunya untuk merias diri untuk kesombongan daripada beribadah kepada Allah SWT.
Semoga Allah SWT. memberikan hidayahnya kepada kita. Amiin ya Rabbal'allamiin...

Ada beberapa pandangan negri termsyhur di dunia pada abad yang lampau mengenai wanita:

YUNANI: Yunani adalah gambaran dari masyarakat terdahulu yang maju dan modern. melainkan kondisi wanita pada bangsa itu sudah mencapai puncak kehinaan di tinjau dari segala aspek kehidupannya. Di dalam masyarakat, wanita tidak memiliki kedudukan dan status yang mulia, dan mereka berkeyakinan bahwa wanita sebagai penyebab penderitaan dan musibah yang menimpa manusia.

ROMAWI: Romawi sudah di akui pula mencapai puncak ketinggian dan kemajuan setelah Yunani. Undang-undang dan aturan-aturan negri ini cendrung kepada kezaliman, pengekangan dan kekejaman yang di tunjukkan kepada diri wanita. Slogan yang berkenaan dengan wanita adalah Lmengikat mereka tanpa melepaskannya...."  laki-laki memiliki hak penuh atas keluarga sebagaimana hak raja atas rakyatnya. Dia berhak mengatur istrinya sesuai dengan selera nafsunya. Bahkan dengan kekuasaannya, seorang laki-laki berhak membunuh istrinya.

PERSIA: Persia negri yang mana undang-undangnya banyak dijiplak oleh banyak negara. Mereka mewajibkan untuk memberlakukan normanya dan menerapkan undang-undang serta aturan-aturannya. Padahal undang-undang tersebut curang dan menzalimi hak wanita dan menimpakan hukuman yang berat terhadap wanita hanya karna sedikit kesalahan. undang-undang itu juga menyebutkan bahwa laki-laki memiliki kebebasan mutlak tanpa batas. Hukuman tidak di terapkan melainkan hanya utuk wanita. Bahkan apabila kesalahan dilakukan terus-menerus oleh seorang wanita, maka tiada halang untuk menyemblihnya.

CINA: Pada masyarakat cina dahulu, pada umumnya manusia hidup dalam kerusakan dan kebiadaban. mereka lebih dekat terhadap masyarakat binatang daripada masyarakat manusia.

INDIA: Nasib para wanita di negri India tidak lebih baik daripada Yunani dan Romawi, meskipun negri ini punya kelebihan dalam hal pengetahuan dan kemajuan sejak dulu. Bahkan mereka menganggap wanita sebagai budak dan mendudukan laki-laki sebagai raja.
Bahkan wanita tidak memiliki hak hidup setelah suaminya mati, yang menharuskan ia mati di hari kematian suaminya itu juga dan di bakar hidup-hidup bersama mayat suaminya dalam satu tempat pembakaran.

YAHUDI: Adapun wanita menurut orang-orang Yahudi bahwa mereka adalah makhluk yang rendah dan hina. Bagi mereka wanita ibarat barang yang tidak berharga yang dapat dibeli dipasar-pasar, yang dikekang haknya, terhalng untuk mendapatkan warisan apabila orang tuanya meninggalkan harta.

NASRANI: Mereka menggambarkan wanita sebagai biang dari kemaksyatan, akar dari kejahatan dan dosa. Wanita adalah salah satu pintu-pintu jahannam bagi laki-laki, karena merekalah yang mendorong dan membawa laki-laki untuk berbuat dosa. seorang pemuka Nasrani yang bernama Tirtolian berkata:" wanita adalah pintu syetan kedalam jiwa manusia, wanita pulalah yang mendorong seseorang mendekati pohon yang di larang, melanggar aturan Allah dan suka menggoda laki-laki. pendeta Swastam yang dijuluki"orang suci" berkata:"sesungguhnya wanita merupakan suatu keburukan yang tidak dapat dihindari, merupakan bencana yang diingini, malapetaka bagi keluarga dan ruma tangga, sesuatu yang dicintai namun mencelakakan serta merupakan musibah yang terselubng.

BANGSA ARAB JAHILIYAH: Pandangan kita beralih kepada kondisi wanita Arab sebelum Islam dan bagaimana keberadaan mereka pada zaman itu. Sungguh, kondisi wanita pada bangsa arab sebelum Islam berada pada puncak kehinaan sehingga sapmai pada keterbelakangan, kemunduran, kelemahan yang sudah tidak layak lagi di sandang oleh makhluk yang bernama manusia. di antara adat-istiadat jahiliyah arab yang paling buruk adalah mengubur anak perempuan hidup-hidup. Maka hal ini dapat dikatakan sebagai bukti yang menunjukan tentang puncak kekerasan, kekejaman dan sadisnya mereka. sebagaimana di firmankan Allah SWT.
"Apabila bayi-bayi yang dikubur hidup-hidup di tanya, karena dosa apakah dia dibunuh?"(At-Takwir 8-9)
Diantara kabilah-kabilah orang Arab yang mengubur anak perempuannya karena gengsi dan takut mendapatkan aib.

Dan terkadang penguburan tersebut mereka kerjakan dengan berat, kesedihan hati dan meneteskan air mata.
Tiada henti-hentinya kezaliman yang mengundang bencana, undang-undang yang di berlakukan dan diterapkan bagi wanita yang tidak berdosa karena mereka lemah dan busuknya adat kaumnya, hingga Islam datang dan mengharamkannya.
Akhirnya Kita mengetahui dari uraian singkat ini tentang kondisi wanita pada abad lampau.

Ditinjau dari sisi peran, wanita muslimah pada permulaan islam tidak kalah hebatnya/menakjubkan dengan laki-laki dalam mempertahankan akidahnya. Mereka telah mengukir sebaik-baik teladan dalam masalah ini. Mengorbankan segala apa yang mereka miliki untuk islam. Serta menganggap enteng segala musibah yang diterimanya berupa kesewenang-wenangan, intimidasi, bahkan syahid dalam rangka memperjuangkan akidahnya.
Subhanallah...
Adapun dari sisi jumlah, seperti yang diketahui wanita yang melahirkan. Dengan begitu, wanita sangat penting dalam membangun suatu masyarakat.

Wanita ibarat pedang bermata dua. Apabila ia baik dan menunaikan tugas-tugasnya yang umum serta tujuan yang telah digariskan oleh agama. Ia laksana batu-bata yang memperkokoh sebuah bangunan masyarakat Islam, memiliki karakter akhlak yang kuat dan keyakinan yang teguh.  Akan tetapi jikalah seorang wanita menyimpang dari tanggung jawwab utamanya yang telah digariskan islam untuk mereka, tampil dengan berbagai bentuk kejahatan dan meninggalkan nilai-nilai kebaikan pada dirinya. saat itulah Ia berbalik menjadi sebilah pedang yang menyerang umat, menghancurkan dengan kehancuran yang sebenar-benarnya.
Rasulullah saw. telah memperingati umat dari bahayanya wanita, manakala mereka menyimpang sebagaimana memperingatkan mereka dari dari menjilat dunia. dari Abu Sa'id Al-Khudhri, bahwa Rasulullah saw. bersabda yang artinya:
"Sesungguhnya dunia itu manis dan menggiurkan, dan sesungguhnya Allah menyerahkannya kepada kalian, kemudian Allah hendak melihat apa yang akan kalian perbuat terhadapnya, maka berhati-hatilah terhadap dunia dan berhati-hatilah terhadap wanita"
dalam riwayat yang lain:
"Karena sesungguhnya Fitnah pertama yang menimpa Bani Israil adalah karena wanita"

Sungguh para iblis musuh-musuh Islam memahami betul peran wanita muslimah dalam membangun umat Islam. dari sejak mereka membai'at Nabi saw. hingga hari ini. Oleh karena itu, cara yang paling jitu untuk menghancurkan Islam adalah dengan cara merusak akidah para wanita muslimah. ada beberapa komentar dari iblis musuh-musuh Islam:

@komentar dari para Gembong penjajah:"Gelas(khamr) dan biduanita, akan sanggup menghancurkan umat Muhammad. Lebih hebat dari seribu meriam. maka propagandakanlah kepada mereka kecintaan terhadap materi dan syahwat.

@Seorang dedengkot masoniah(salah satu organisasi Yahudi) berkata:"kewajiban kita adalah untuk memperalat wanita, kapan saja mereka siap mengulurkan kedua tangannya kepada kita sehingga mereka menghiasi yang haram dan memporakporandakan pasukan para pahlawan pembela Islam.

Sungguh, kaum wanita pada zaman sekarang sangat membutuhkan keteladanan yang baik, disaat kaum muslimin kehilangan jati diri mereka yang sebenarnya. Para muda-mudinya terjerumus kedalam Fitnah syubhat dan syahwat dan menjadikan para bintang film dan penyanyi sebagai tokoh idola mereka. padahal sudah jelas, pada diri Nabi saw. terdapat suri tauladan yang baik untuk di tiru dan beliaulah yang di jadikan idola, bukan para artis.
Musuh-musuh Islam berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan wanita muslimah dari fitrahnya. Emansipasi wanita adalah senjata mereka yang paling ampuh. Dengan propaganda ini mereka menyuarakan kebebasan bagi kaum wanita dan menyerukan secara lantang bahwa berhias, berbaur dengan lawan jenis, mengumbar aurat dan berkarir adalah hak-hak wanita yang terampas dan hilang dari tangan mereka.
Komitmen terhadap ajaran agama adalah kemunduran. dan meninggalkan ajaran agama dan syari'at-syari'atnya adalah kemajuan. Berkiblat pada barat dan masyarakat adalah puncak peradaban dan kebahagiaan. Itulah propaganda-propaganda yang sering mereka dengungkan dimajalah-majalah, koran-koran, buletin-buletin dan media-media massa lainnya.

Inilah bahaya yang mengancam umat Islam, hendaknya kita bersegera untuk menegakkan sebagian kewajiban yang menjadi beban dipundak kita untuk membela Al-haq dan ikut andil dalam membangkitkan wanita muslimah agar berkiprah sesuai dengan posisinya yang agung dalam pembangunan umat.
Allah telah meridhai Islam sebagai agama Nabi Muhammad saw. sebagaimana dalam firmannya:
"Hari ini AKU sempurnakanlah bagimu agamamu, dan aku lengkapkan atasmu nikmatKU, dan AKU Ridhai Islam menjadi Agamamu"(Al-Maidah 3)

dikutip dari beberapa buku, di antaranya buku karangan Syaikh Mahmud Mahdi Al-Istanbuli yang berjudul (Nisa'un Haular Rasul).
siapa yang tidak mengenal Syaikh Mahmud Mahdi Al-Istanbuli?? seorang ulama besar dan murid senior dari syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani -rahimahullahu Ta'ala-, Beliau di gelar oleh para ulama seangkatannya dengan Al-Qhuthbu As-Syalafi(porosnya ulama salaf) zaman ini. Beliau belajar kepada Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Bani bersama murid-murid lainnya. seperti: Syaikh Salim Al-Hilaly, Syaikh Muhammad Nasib Ar-Rifa'i, Syaikh Muhammad Ibrahim Syaqrah, Syaikh Abdurrahman Abdul Khaliq, Syaikh Muqbil Al-Wadi'i, dan ulama-ulama lainnya. Telah banyak kitabyang beliau wariskan untuk kaum Muslimin, di antara yang pling terkenal adalah Tuhfatul 'Arus (kado perkawinan) dan Nisa'un Haular Rasul (mereka adalah para shahabiyah)

WANITA dan ILMU

Diposting oleh HailiaM


oleh Halim Dolcum BrtmanspiNsuxi Sngpmimpi pada 22 Februari 2011 jam 18:58
KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU


1. Allah SWT. tidak menyejajarkan antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu.Allah SWT. berfirman:"Katakanlah:"Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" (QS, Az-Zumar: 9)
 2. Persaksian orang yang berilmu disamakan kedudukannya dengan persaksian para malaikat.Allah SWT. berfirman:"Allah menyatakan bahwasannya tidak ada Ilah(yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga yang menyatakan demikian itu)". (QS, Ali Imran: 18)
3. Orang yang takut kepada Allah Qkhsyyatullah) hanyalah orang-orang yang berilmu.Allah SWT. berfirman:"Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hambam-hamba-Nya, hanyalah ulama". (QS, Fathir: 28)
 4. orang yang mencari Ilmu berarti dia telah berada di atas ketaatan.Allah SWT, berfirman:"Tidak septutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali padanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya". (QS, At-Taubah: 122)
 5. Orag yang berilmu berarti telah dikehendaki oleh Allah SWT. baginya kebaikan.Rasulullah saw. bersabda:"barang siapa yang dikehendaki Allah denganya kebaikan maka Allah akan memahamkan dia tentang urusan agama".
 6. Orang yang memperdalam ilmu agama maka Allah SWT akan memudahkan baginya jalan menuju surga.Rasulullah saw. bersabda:"Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka mencari Ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga".
 7. Orang yang memperdalam ilmu agama maka para malaikat akan membentangkan sayap mereka guna menaunginya karena ridha terhadap apa yang ia cari.Rasullulah saw. bersabda:"Sesungguhnya para malaikat akan membentangkan sayapnya untuk para penuntut ilmu karena mereka(para malaikat) ridha atas apa yang sedang mereka lakukan".
8. Orang yang berilmu akn di mohonkan ampunan oleh seluruh penduduk langit dan bumi.Rasulullah saw. bersabda:"Orang yang berilmu akam dimohonkan ampunan oleh siapa saja yang berada di langit maupun yang ada dibumi, sampai-sampai ikan yang berada dilautan sekalipun".
 9. Para ahli ilmu lebih utama dari ahli Ibadah.Rasulullah saw. bersabda:"Keutamaan orang yang berilmu dari orang yang beribadah adalah seperti keutamaan bulan dibanding dengan seluruh bintang".
10. Orang yang berilmu adalah penerus jejak(pewaris) Nabi.Rasulullah saw. bersabda:"Dan sesungguhnya para ulama(orang-orang yang berilmu) adalah pewaris para Nabi".
11. Orang yang berilmu berarti telah mengambil bagian dari warisan  para Nabi.Rasulullah saw. bersabda:"Sesungguhnya (para Nabi) tidak meninggalkan warisan berupa dinar dan tidak pula dirham, tetapi mereka meninggalkan warisan berupa ilmu. Barang siapa yang mengambilnya maka ia telah mengambil bagian yang sangat besar".
12. Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu.Allah SWT. berfirman:"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS, Al-Mujadilah: 11)Dan Rasulullah saw. bersabda:"Sesungguhnya Allah akan meninggikan derajat suatu kaum dengan perantaraan kitab ini(Al-Quran) dan merendahkan sebagian yang lain dengannya."
13. Ilmu merupakan peninggalan yang paling baik yang diwariskan seseorang setelah ia meninggal.Rasulullah saw. bersabda: "Sebaik-baik peninggalan (warisan) yang ditinggalkan oleh seseorang setelah wafatnya ada tiga hal: anak salih yang selalu mendoakannya, sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir kepadanya,  dan ilmu yang diamalkan setelah ia meninggal."

 Beberapa kiat yang bisa mengantarkan seseorang muslimah kepada ketinggian ilmu yang mulia:

1. menghafal Al-quranDiriwayatkan dari Ummu Hisyam Binti Haritsah bin An-Nu'man, ia berkata, "Tidaklah aku menghafal surat Qaaf wal Qur'anul Majid melainkan dari lisan Rasulullah saw.beliau senantiasa membacanya setiap kali berkhutbah pada hari jum'at diatas mimbar."
2. Jangan enggan bertanya jika tidak mengetahui.Diriwayatkan dari Fatimah binti Muhammad saw. ia berkata, " rasulullah datang menemuiku, kemudian beliau memakan sepotong daging, tidak lama lagi datang Bilal untuk mengumandangkan adzan. Beliau Rasulullah saw. bangkit untuk mengerjakan shalat, akupun meraih baju beliau dan berkata, "wahai ayahanda tidakkah engkau berwudhu' terlebih dahulu? "Mengapa aku harus berwudhu?" Tanya Rasulullah. Aku katakan, "sebab ayah telah menyantap makanan yang dipanggang dengan api". Kemudian Beliau Rasulullah saw. bersabda: "Bukankah makanan kalian yang paling baik adalah yang dipanggang oleh api?".Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra. dari Hafsah istri Nabi saw. bahwasannya ia berkata, "Wahai Rasulullah mengapa orang-orang bertahallul dari umrah mereka sementara engkau tidak bertahallul?" Maka Rasulullah saw. menjawab:"Sesungguhnya Aku telah mengguyur kepalaku dan menuntun hewan hadyu(sembelihanku), aku tidak boleh bertahallul hingga aku menyembelihnya."Hafshah bin Umar bertanya karena menyaksikan orang-orang bertahallul sementara Rasulullah tidak, ia ingin mengetahui hukumnya dengan jelas dan pasti, akhirnya iapun bertanya, dan pertanyaannyapun terjawab dengan jelas.
3. Sering berdiskusi.

 Bukti bahwa laki-lakipun menimba Ilmu dari para Wanita.

1. Seorang Budak Wanita Ethiopiapemilik Ilmu.
Tsumamah bin Huzn Al-Qusyairi ra. berkata, saya bertemu dengan Aisyah ra. dan saya bertanya kepadanya tentang nabidz (semacam rendaman buah). Maka Aisyah ra. memanggil seorang budak wanita dari Ethiopia seraya berkata, "Tanyakanlah kepada wanita ini karena dia pernah membuatkannya untuk Rasulullah saw."
2. Seorang wanita Anshar menjadi rujukan untuk para sahabat.Dari Thawus rahmatallah, ia berkata, "Maukah engkau berfatwa bahwa seorang wanita haidh boleh pulang (meninggalkan ibadah haji) sebelum melakukan thawaf wada." Maka Ibnu Abbas ra. berkatax "kenapa tidak?" Coba tanyakan masalah ini kepada fulanah seorng wanita Anshar, apakah Rasulullah saw. memerintahkannya untuk thawaf wada dahulu? kemudian suatu hari Zaid bin Tsabit ra. kembali lagi kepada Ibnu Abbas ra. sambil tersenyum sebelum ia di perbolehkan pulang meninggalkan tanah Haram? Ia berkata, "Aku tidak melihatmu melainkan engkau telah berkata benar."
3. Abdullah bin Abbas ra. bertanya tentang perkara agama kepada Ummu Salamah ra. Dari Abu Salamah ra. ia berkata, "Seorang laki-laki datang kepada Ibnu Abbas ra. dan pada saat itu Abu Hurairah ra. sedang berada didekatnya, kemudian laki-laki tersebut berkata, "Beritahukanlah kepadaku tentang hukum seorang wanita yang melahirkan anak setelah empatpuluh hari dari kematian suaminya?" Ibnu Abbas ra. menjawab, LDia wajib menjalani masa 'iddah dengan waktu yang paling panjang. Maka saya berkata (membacakan firman Allah), "wanita yang hamil masa 'iddahnya adalah sampai melahirkan." Berkata Abu Hurairah ra. "Saya setuju dengan Abu Salamah ra. maka Ibnu Abbas ra. mengutus budaknya yang bernama Kuraib kepada Umu Salamah untuk bertanya kepadanya tentang masalah ini." maka Ummu Salamah ra. berkata, LSuami Subaiah dalam keadaan hamil. Setelah empat puluh hari dari kematian suaminya Subaiah melahirkan anaknya dan kemudian ia langsung dilamar oleh seseorang maka Rasulullah menikahkannya,dan di antara lelaki yang pernah melamarnya adalah Abus Sanabil bin Bakak.

 Pujian terhadap keilmuan kaum Wanita

1. Ali bin Abi ThalibSiapa yang tidak mengenal Ali bin Abi Thalib ra.? Siapa yang tidak mengenal kedekatannya dengan Rasulullah saw.? Bukankah dia adalah ahlul bait sekaligus menantunya? Siapa pula yang tidak mengenal Ilmu dan Hikmahnya? Meskipun demikian dia pernah berguru kepada seorang wanita yaitu Maemunah binti Saad ra. seorang pelayan Rasulullah saw.
2. Imam Malik bin AnasDia, pernah berguru dan meriwayatkan hadits dari Aisyah binti Sa'ad bin Abi Waqqash ra. Berkata Al-'Ijli. "Dia adalah wanita dari kalangan tabi'in yang berasal dari kota Madinah dan dia adalah seorang perawi yang tsiqah."
3. Imam Ahmad bin HanbalDia meriwayatkan hadits dari Ummu Umar binti Hasan bin Zaid Ats-Tsaqafi
4. Al-Hafizh Ibnu AsakirPada zamannya ia adalah seorang laki-laki terpercaya dan yang paling luas pengetahuannya dalam bidang hadits, ia berguru kepada seribu dua ratus ahli hadits. Delapan puluh orang atau lebig dari mereka adalah wanita.
5. Al-Imam Adz-DzahabiAdakah kehormatan yang lebih bagi seorang wanita dibandingkan tatkala seorang Imam sebesar Imam Adz-Dzahabi harus menyesal ketika ia tidak sempat menimba Ilmu darinya? Dialah Ummu Muhammad Sayyidah binti Musa Al-Mishriyyah.Marilah kita cermati kisah Imam Adz-Dzahabi ini, "saya telah berangkat dari tempat kediaman saya menuju Ummu Muhammad ternyata ia telah meninggal Dunia saat saya berada di palestin, pada bulan rajab tahun 695 H." Imam Adz-Dzahabi juga berkata,"saya ingin bertemu dengan Ummu Muhammad, sayapun berangkat menuju mesir. Sepengetahuanku ia masih hidup, namun tatkala saya tiba di Mesir ia telah meninggal dunia sepuluh hari yang lalu. Ia meninggal pada hari jum'at 6 rajab dan saat itu saya masih berada di lembah Fahma."
6. Imam Al-Hakim Imam Al-Hakim berkata,"Seperempat hukum syari'at Islam di ambil dari Aisyah ra."
7. Urwah bin ZubairPernah suatu ketika Urwah bin Zubair ra. berkata kepada Aisyah ra. "wahai ibuku saya tidak heran dengan Ilmu agamamu, saya akan katakan bahwa engkau adalah istri Rasulullah dari putri Abu Bakar. Saya juga tidak heran terhadap Ilmumu tentang syair dan sejarah bangsa Arab, akan saya katakan bahwa putri Abu Bakar adalah oarng yang paling tahu tentang itu semua, namun yang saya herankan adalah Ilmumu tentang kedokteran darimana engkau mendapatkannya?" Maka Aisyah ra. menepuk pundaknya dan berkata, "Wahai Urham, pada akhir hayat Rasulullah, beliau sakit keras dan banyak sekali utusan dari berbagai kabilah Arab yang menziarahi beliau. Mereka memberi resep pada beliau dan sayalah yang mengurusi itu semua, dari situlah saya mendapati ilmu kedokteran." Urwah ra. adalah keponakan Aisyah ra. ia adalah putra dari Asma binti Abu Bakar Ash-Shidiq ra.
8. Ibnu SyihabSuatu ketika Ummu Qasim bin Muhammad berkata kepada anaknya yaitu Ibnu Syihab, "wahai putraku saya melihatmu sangat bersemangat menuntut Ilmu maukah saya tunjukan kepadamu gudangnya Ilmu?" Berkata Ibnu Syihab, "ya" Ummu Qasimpun berkata, "Belajarlah pada Amrah binti Abdirrahman Al-Anshariyyah An-Najjariyyah karena dia dahulu tinggal serumah dengan Aisyah, maka sayapun mendatanginya ternyata saya temukan dia bagaikan lautan Ilmu yang tak bertepi."
9. Iyas bin Mu'awiyahIyas bin Mu'awiyah adalah Qadhi Tabi'in yang terkenal dengan kecerdasannya, ia pernah berkata, "saya tidak pernah menemukan seorangpun yang saya lebihkan ilmunya di atas Hafshah binti Sirin." lalu orang-orang mengomentari kata-katanya dengan menyebutkan nama Hasan Al-Bashri dan Muhammad bin Sirin, maka Ilyas bin Mu'awiyah berkata, "Bagiku tidak ada yang lebih utama daripada Hafshah binti Sirin."
10. Ibnu Abdil BarrIbnu Abdil Barr berkata, "Aisyah adalah orang yang nomor satu pada zamannya dalam tiga Ilmu, yaitu: ilmu agama, kedokteran dan sya'ir.
11. Fatimah binti Hamd Al-Fudhaili Al-Hanbali ra. ia adalah wanita yang mumpuni dalam berbagai disiplin ilmu keislaman.Banyak menulis kitab dengan tangannya sendiri, para ulama Hadits di zamannya mengatakan bahwa ia adalah seorang ahli hadits yang sangat terkenal. Pada akhir hayatnya ia menetap di Makkah Al-Mukarramah, maka para ulama datang kepadanya untuk menimba ilmu. begitu pula kaum wanita mereka berbondong-bondong datang kepadanya untuk berguru kepadanya, dan mereka menjadi orang-orang yang shalih yang taat menjalankan syari'at agama. Demi Allah! Cukuplah saya katakan bahwa keagungan dan kemuliaan seorang wanita muslimah terletak pada ketinggian ilmunya, kekuatan imannya dan ketinggian ketaatannya terhadap rabbnya...

HailiaM

Diposting oleh HailiaM
Diposting oleh HailiaM

CARA MENYIKAPI HIDUP BERMASALAH

oleh Halim Dolcum BrtmanspiNsuxi Sngpmimpi pada 23 Februari 2011 jam 20:55
Ada beberapa perasaan bagi orang yang menerima cobaan/masalah dari Allah SWT.
1. Merasa berat menerima cobaan/masalah. Yaitu orang yang terbiasa sejak kecil selalu hidup dalam kesenangan dunia, berkecukupan, selalu dimanja, dan imannya kurang mantap pula.
maka apabila cobaan datang, ia rasakan betapa beratnya cobaan itu, betapa beratnya hidup bermasalah. Bahkan ia berputus asa, stres, struk, sengsara, malah ada yang bunuh diri.
2. Merasa ringan dan biasa-biasa saja bahkan ikhlas menerimanya. Yaitu bagi orang yang terbiasa hidup sederhana, selalu "prihatin"  dan melihat tingkatan orang yg lebih rendah dari padanya. Inilah gambaran orang-orang yang mantap imannya. Justru bagi mereka cobaan adalah sebuah fase kehidupan yang mau tidak mau harus di lewati. Karena iman memang harus diUji dan dibuktikan, sebagaimana firman Allah SWT.
"Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan:"Aku telah beriman", sedang mereka dibiarkan tidak di cobai lagi?. dan sesungguhnya Kami(Allah) telah mencobai orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar(beriman) dan Allah mengetahui siapa orang-orang yang berdusta." (QS. Al-Ankabut 1-2)
Cobaan hidup atau hidup bermasalah itu bermacam-macam. Dia bisa berupa kesenangan, tetapi juga bisa berupa kesusahan/kesedihan. Tinggal bagaimana orang yang beriman itu mengambil sikap dan langkah dalam menghadapi cobaan tersebut, yang akan menjadi kriteria penilaian lulus tidaknya menghadapi cobaan.
Allah berfirman:
"Allah yang telah menjadikan kematian dan kehidupan untuk mencobai kamu siapakah yang terbaik amal perbuatannya. Dan dia maha mulia lagi Maha Pengampun. (QS. Al-Mulk 2)

ketahuilah!
Hidup tanpa cobaan atu tidak bermasalah adalah sepi dan mati, sunyi dan hampa. Dengan adanya masalah hidup akan terasa ramai dan semarak. Lihatlah semua perkembangan dunia sekarang ini. penemuan teknologi yang sekarang kita nikmati adalah jawaban masalah yang telah lalu.

Ingatlah!
Bahwa cobaan/masalah pada dasarnya ada dua macam:
1. cobaan yang jelek/menyakitkan mka hadapilah dengan sabar.
2. Cobaan yang baik/serba indah, nikmatnya hidup kalau disyukuri.

kedua cobaan tersebut berbahaya, manakala tidak dihadapi dengan ZIKIR dan DO'A kepada Allah SWT.
1. bisa putus asa,
2. bisa lupa daratan/kufur nikmat,
3. bisa sengsara/neraka.

Yang kita yakini dan kita tanamkan dalam diri kita ialah:
1. Bahwa cobaan/masalah yang kita terima bukanlah sebuah siksaan. melainkan sebuah ujian untuk menjadi lebih baik dan untuk meningkatkan zikir dan do'a di dalam kesibukan.
Rasulullah saw. bersabda:
"sesungguhnya cobaan/bala bencana yang menimpa orang beriman itu bukanlah untuk menyiksa(menghancurkan) tetapi ia datang untuk menguji."
2.Bahwa cobaan atau masalah itu untuk meningkatkan kualitas, Zikir dan Do'a, memperoleh keberkahan, rahmat kasih sayang Allah, dan derajat serta martabat kehidupan yang tinggi, dan mendapatkan petunjuk untuk taubat kepada Allah SWT.
Allah SWT. berfirman:
"Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari tuman mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk. (mendapatkan petunjuk itulah kebahagiaan). (QS. Al-Baqarah 157)
3. Jangan berputus asa, semua persoalan pasti ada jawabanya, dan semua kesulitan pasti ada jalan keluarnya. sebagaimana firman Allah SWT.
"Sesungguhnya di balik kesulitan itu ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah 6)
dan dalam sabda Rasulullah saw.
"Bekerjalah terus, semua akan dimudahkan/diselesaikan."
4. Semua yang menimpa orang beriman itu bagus dan berpahala. Rasulullah saw. bersabda:
"Menakjubkan jiwa orang yang beriman. Sungguh semua urusannya selalu baik baginya, jika mendapatkan kebaikan ia bersyukur dan jika tertimpa cobaan ia bersabar (di ampuni dosa dan pahala dialirkan).
5. Jangan buruk sangka kepada Allah SWT. kepada Allah harus berbaik sangka.
Dalam hadits kudsi Allah berfirman:
"Aku(Allah) tergantung bagaimana hambaku menyangka."
artinya kalau kita yakin Allah itu Maha Pemurah, maka kita akan diberikan kemurahan-Nya,

kalau kita menyangka Allah itu membuat kejelekan kepada kita, maka kejelekan pasti akan menimpa kita. Itu sebabnya berbaik sangkalah bahwa yang diberikan kita itu adalah yang terbaik/bagus untuk kita.
Maka untuk menghadapinya kita harus selalu berhubungan dengan Allah yang mempunyai hak MUTLAK (hak memastikan/memutuskan)
lakukanlah shalat dan bersabarlah serta selalu berdoa kepada Allah SWT.
Allah SWT. berfirman:
"Dan mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan Shalat." (QS. Al-Baqarah 45)
"Tuhanmu (Allah) berkata: Berdoalah kepadaku, niscaya Aku perkenankan(kami terima, kami kabulkan) bagimu." (QS. Al-Mu'min 60)